Berita Sekitar Kadin Kota Semarang

Seminar Nasional Kadin Kota Semarang dengan Tema : “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terhadap Perekonomian Daerah".

13
Sep
2018

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono menegaskan, Kadin Kota Semarang harus bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Pasalnya, tanpa adanya kerjasama maka pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa semasif saat ini.  Dia menegaskan, kerjasama Kadin dan Pemkot Semarang sama sekali tidak menggunakan dana Anggaran Pemerintah Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang.

"Yang namanya Kadin Kota Semarang harus bisa jadi wakilnya Wali Kota yang ngurusin ekonomi tanpa APBD. Tanpa APBD karena menurut saya, yang namanya ekonomi yang namanya kemajuan daerah nggak bisa Pak Wali lakukan sendiri," ungkap Kurkit Suryo Wicaksono dalam sambutannya saat Seminar Nasional Kadin Kota Semarang di Hotel Aston Inn Jalan Pandanaran, Kota Semarang.



Jika Kadin Kota Semarang tidak bisa bersinergi dengan Wali Kota Hendi, maka Kukrit sangat menyesalkan. Wali Kota Hendi dinilai figur sosok yang biasa diajak kerjasama dalam hal apapun, terutama demi pembangunan Kota Semarang.

"Kalau sampai pengusaha dan teman-teman Kadin tidak bisa bersinergi dengan Pak Wali, ini kebangeten banget. Kalau saya katakan, tidak semua wali kota dan bupati di Indonesia seperti Mas Hendi, beliau sudah membuka beigut besar peluang untuk kita. Apapun, teman-teman yang katakan dan diminta pasti dipenuhi beliau," bebernya.

Kukrit menegaskan, terjadi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Semarang yang sangat signifikan di Kota Semarang.

Apalagi, panjenegan lihat Semarang di mana-mana macet, tapi kata pengusaha ini artinya ekonomi is moving, ekonomi is growing. Kalau kotanya sepi, nyenyet dirasani orang, opo Semarang nyeyet sepi koyok kuburan, sekarang nggak. Sekarang nggak, sampai jam 12 malam, jam 1 malam jalan dimana-mana ramai. Jadi, ini salah satu bukti Semarang itu growing dan ini harus bersama-sama kita manfaatkan, kita harus bantu Pak Wali kita harus bersinergi dengan Pak Wali," ungkapnya.



Beberapa infrastruktur sudah dibangun di antaranya ruas tol yang menghubungkan kota-kota besar menuju ke Kota Semarang. Meskipun, saat ini fluktuasi kurs dolar terus naik, diharapkan sama sekali tidak berpengaruh dengan dunia usaha di Kota Semarang. Hal terpenting harus fokus untuk bisa survive.

"Dan Semarang sebagai ibu kota propinsi sudah pasti ada di garis depan, untuk itu sekarang waktu yang tepat untuk sharing knowledge, sharing experience. Sekarang ekonomi batuk pileg, meriang, nggreges ngilu. Sekarang ini dolar sampai kapan, tidak tahu apakah krisis di Turki akan menular di Indonesia kita nggak tahu. Saya selalu katakan kepada teman-teman, saat saya berkeliling di daerah, semua ngeluh ekonomi sepi, daya beli nggak ada, saya ngomong, sudah kita nggak usah mikirin dollar, gimana kita fokus supaya bisa survive, gimana kita bisa memberikan yang terbaik," pungkasnya